Memedulikan sesama. Itulah inti spiritualitas Santo Vinsensius (Vincentius à Paulo). Spiritualitas ini menjadi salah satu tonggak penyangga dari Kongregasi Putri Maria dan Josef. Landasan lain adalah kaul-kaul. Andaikata Anda mengikat diri pada kongregasi, kaul-kaul ini memberi arah kepada kehidupan Anda. Sama seperti bagi para suster sekarang, kaul-kaul ini menentukan apa yang harus Anda perjuangkan dan pilihan-pilihan apa yang harus Anda buat dalam kehidupan Anda. Kaul-kaul tersebut mengajak Anda untuk tetap setia kepada Yesus Kristus dan Gereja-Nya, kepada persekutuan dan kepada sesama suster. Kaul mengantar kepada suatu persekutuan abadi dan kehidupan penuh bakti kepada Tuhan dan manusia.
Berbagi dan bersekutu
Untuk kesetiaan dalam bentuk seperti ini, harus dianut suatu kehidupan bercirikan kesederhanaan, rela mendengarkan orang lain dan memberi prioritas kepada persekutuan. Berbagi dan bersekutu, itulah nilai-nilai inti Kongregasi Putri Maria dan Yosef. Barang siapa tunduk kepada kaul, mengikuti Yesus naik ke gunung untuk mendengarkan sabda Allah. Sesudah itu, bersama Yesus ia turun dari gunung agar bisa kembali bergaul dengan manusia, mendengarkan apa yang mereka keluhkan dan mendukung mereka.
Kaul yang sama, dengan perumusan yang berbeda
Para suster yang bergabung di masa lalu, juga mengenal kaul-kaul ini. Di waktu itu mereka menerimanya sebagai haluan kehidupan mereka. Tetapi ketika itu perumusannya berbeda, disebut sebagai kaul kemiskinan, ketaatan dan kemurnian.
Kaul kemiskinan
Dengan kaul kemiskinan mereka bersyukur untuk apa yang telah dianugerahkan kepada mereka. Mereka tidak miskin, tetapi hampir tidak mempunyai milik pribadi: semua yang bisa mereka pergunakan, dipinjamkan untuk mereka pakai dan boleh dipakai oleh semua.
Kaul ketaatan
Dengan kaul ketaatan para suster pernah berjanji untuk menjalani hidup dengan mata dan telinga yang terbuka untuk sesama. Dan kaul ini berarti bahwa mereka terbuka untuk Perintah dan Sabda Allah, dan bersedia untuk pergi ke mana mereka diutus.
Kaul kemurnian
Kaul ketiga, yaitu kaul kemurnian (atau keperawanan) berarti bahwa para suster memancarkan kasih sayang kepada semua orang, dan tidak pada satu orang saja. Mereka bersedia untuk menolak pernikahan agar bisa subur dalam karya dan doa demi Kerajaan Allah, dan membaktikan diri sepenuhnya kepada kehidupan religius dan sesama manusia.
Ramah-tamah, berbakti, berbelas kasih dan terbuka
Bagaimanapun kaul-kaul itu dirumuskan dan hubungan apapun yang Anda bina dengan kongregasi, dalam kehidupan sehari-hari ia tercetus oleh sikap yang sama: melalui sikap ramah-tamah, berbakti, berbelas kasih, dengan jiwa yang terbuka untuk mereka yang mempunyai pendirian berbeda dan mata terbuka untuk mereka yang menderita. Di samping itu Anda mengusahakan kedamaian di sekitar Anda dan, kalau mungkin, di seluruh dunia. Lagi pula, seluruh hidup Anda merupakan perutusan demi Allah dan manusia, tanpa membedakan individu, suku atau agama.