
Beliau salah satu dari Santo pelindung Kongregasi Putri Maria dan Yosef, dan juga dianggap sebagai arsiteknya. Vincentius à Paulo, yang kemudian dikenal sebagai Santo Vinsensius, dilahirkan pada tahun 1851 sebagai putra dari suatu keluarga tani yang miskin di bagian selatan Prancis. Sejak tahun 1828 kota kelahirannya itu memakai namanya: Saint Vincent de Paul. Tahun 1600 beliau ditahbiskan menjadi imam. Tahun 1612 beliau menjadi imam di Clichy dan setahun kemudian sebagai imam dan guru dari keluarga Gondi yang kaya. Dua pengalaman di tahun 1617 menyebabkan beliau mengubah hidupnya. Yang pertama adalah penderitaan rohani dan kebutuhan untuk rekonsiliasi dengan diri sendiri dan Allah, yang tampak pada diri seorang lelaki di Folleville. Pengalaman kedua adalah kemiskinan papa yang beliau saksikan pada suatu keluarga di Chatillon. Kesengsaraan spiritual dan material ini sangat menyentuh hatinya, dan mendorongnya untuk beraksi. Beliau mengembara dari paroki yang satu ke paroki yang lain dengan semboyan: ‘Le pauvere, c’est Jesus Christ’(Yang miskin itulah Yesus Kristus’).
Karya kasih yang tegas
Tahun 1625 beliau mendirikan kongregasi misi Lazaris, yang menyebarkan Injil di negara-negara jauh. Delapan tahun kemudian beliau mendirikan dasar untuk kongregasi suster Putri-Putri Cinta Kasih, yang mencoba untuk memperbaiki nasib orang miskin, dan yang menjadi terkenal dan mendapat penghormatan seputar dunia untuk upayanya ini. Cinta kasihnya untuk orang-orang yang hidup di pinggiran masyarakat, bisa ia gabung dengan posisi yang tinggi dalam Gereja Roma Katolik dan hubungan baik dengan kalangan bangsawan tertinggi. Beliau bahkan hadir pada saat wafatnya raja Prancis Louis ke-XIII. Tetapi hubungan-hubungan ini jelas tidak mengurangi ketegasannya dalam berkarya kasih. Yang menandai spiritualitas Vinsensius , yang menggabung kasih untuk sesama dengan tindakan yang efektif, adalah ucapannya yang berikut ini: “Kalian tidak akan kehilangan apa-apa, para suster, kalau kau harus meninggalkan doa atau Ekaristi untuk mengunjungi kaum miskin, karena dengan melayani orang miskin kau mengunjungi Allah.”